RISALAH SANG DURJANA BAGIAN TUJUH BELAS

Pesisir Barat Aceh, circa akhir abad XIX
Dusun Jeuram yang terletak dipinggir sungai Krueng Seunagan, di daerah Meulaboh telah sunyi keadaannya. Matahari telah tenggelam di lautan Hindia yang lebar itu, cahaya yang silau, menyilaukan mata berpendar di muka air biru yang maha luas itu.
Aku sedang menatap kosong aliran sungai ketika tiba-tiba orang dibelakang menegur riang. “Ambo melihat tuan sedang bersedih, apakah gerangan?”
Aku melihat kebelakang. Anak muda itu begitu percaya diri, kurang ajar. “Darimana kau menilai?”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DELAPAN BELAS

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN SEMBILAN BELAS

RISALAH SANG DURJANA